Oleh: insancita | Januari 2008

Menggagas Kebangkitan Nasionalisme Pemuda

Berawal dari kegelisahan hati pribadi akan nasib pemuda Indonesia khususnya pemuda Kalteng, maka tergagaslah Pertemuan Kebangsaan Pemuda Kalteng dengan mengambil tema “Menggagas Kebangkitan Nasionalisme Pemuda Indonesia Dalam Bingkai NKRI”. Demikian sepatah kata yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pertemuan Pemuda M. Ahmadi saat mengawali pembukaan pertemuan tersebut. Acara dilaksanakan di Aula Gedung Batang Garing Kota Palangka Raya, Sabtu (12/01) dengan nara sumber Dr. Cosmas Batubara (mantan menteri di era Soeharto) dan Ujang. Iskandar ST, MSi (Bupati Kotawaringin Barat-Kalteng). Terlihat hadir dalam acara tersebut Gubernur Kalteng, A. Teras Narang, Kepala Dinas, dan pejabat tinggi Kalteng lainnya.
Acara yang diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cab. Palangka Raya dan didukung PMKRI Palangka raya, KNPI Kalteng, SKOMEN Kalteng, PPI Kalteng, AMPI Palangka Raya, TANNASDA Kalteng, KBPP Palangka Raya, FKPPI Palangka Raya dan BAPORA Kalteng mendapat tanggapan positif dari kalangan organisasi kepemudaan dan mahasiswa. Hal ini ditandai dengan banyaknya jumlah peserta yang hadir dalam pertemuan itu.
Dalam sambutannya, Gubernur Teras Narang mengatakan Pertemuan Kebangsaan Pemuda Kalteng sangat positif untuk membangkitkan semangat kepemimpinan pemuda yang sudah letoi. ”Kebangkitan pemuda adalah merupakan suatu momentum yang telah membangun komitmen-komitmen politik, bangsa untuk kita bersatu dan mengepakan jiwa nasionalisme dalam menghadapi globalisme penjajah-penjajah yang telah merebut harkat martabat bangsa ini,” tegas mantan anggota DPR.
Sementara Dr. Cosmas Batu yang mantan eksponen 66 mengemukakan pentingnya wawasan kebangsaan melandasi perjuangan bangsa Indonesia kini dan masa mendatang. Konsep kebangsaan merupakan suatu hal yang amat penting dalam kehidupan suatu bangsa yang amat mendasar bagi bangsa Indonesia, dalam kenyataanya konsep kebangsaan itu telah dijadikan dasar negara dan ideologi nasional yang terumus di dalam Pancasila sebagaimana terdapat dalam Pembukaan UUD 1945.
Sementara nara sumber lainnya Ujang. Iskandar dengan semangat mudanya yang berapi-api menyampaikan materi peluang dan tantangan kepemimpinan pemuda dalam mewujudkan pembangunan. Dia mengutarakan kepemimpinan muda sangat dibutuhkan bangsa ini, seperti banyak pengamat yang sudah memulai wacana presiden muda untuk Indonesia pada Pemilu 2009.
Oleh karena itu, semakin kuat pendapat yang mengatakan bahwa pemuda seharusnya memiliki peluang yang sangat besar untuk memimpin bangsa ini, kepemimpinan pemuda bukan pada soal kemampuan, tetapi lebih kepada soal kesempatan dan kepercayaan


Beri tanggapan

Your response:

Kategori