Palangkaraya- Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diwarnai dengan aksi demo. Sekitar 70 mahasiswa dari HMI, PMKRI, BEM UNPAR, BEM STAIN, BEM UMP, dan MENWA menolak kedatangan SBY yang rencananya pada hari ini (Rabu 23 April 2008) hadir di Kota Palangkaraya.
Aksi dimulai pada pukul 13.00, massa aksi mulai berkumpul dari kampus kehutanan Universitas Palangkaraya, kemudian bergerak menuju Gerbang Universitas Palangkaraya dilajutkan menuju jalan Yos Sudarso Palangkaraya,
Namun belum sampai seratus meter meninggalkan gerbang terlihat aparat kepolisian siap menghadang massa aksi, aparat kepolisian di bawah pimpinan Kapolresta Palangka Raya Menghadang tepat di depan pertigaan jl. Sisingamangaraja. Namun mahasiswa terus merangsek maju sehingga terjadi adu dorong dan berbuntut perebutan spanduk milik mahasiswa.
Spanduk bertertuliskan “Tolak Kedatangan SBY” dan Tri Tuntutan Mahasiswa Palangkaraya yang antara lain berbunyi 1. Sejahterakan Rakyat, 2. Nasionalisasi Aset Penting, 3. Wujudkan Kemandirian Bangsa, di rebut oleh aparat tidak jauh dari masjid kampus ini menyebabkan emosi korlap naik, dan menyerukan kepada massa aksi untuk tetap maju.
Tepat di dekat rumah jabatan rektor UNPAR Massa Aksi berhenti dan kemudian masuk kedalam pagar kampus.
“Kami Menolak kedatangan SBY, karena sampai saat ini Pemerintahan di Bawah kepemimpinan SBY belum menseejahterakan rakyat, selain dari itu kedatangan SBY kali ini hanya membuang anggaran saja, dimana agenda kedatangan SBY ke Palangkaraya guna meresmikan satu program, dan melakukan peletakan batu pertama sebuah hotel,” kata Rano Rahman, perwakilan HMI Kalteng.
Selain itu, mereka menuntut kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa dari masalah buruh, petani, ketahanan pangan, privatisasi pendidikan, Lapindo, sampai ke Anggaran 20% untuk pendidikan.
Aksi mahasiswa ini sangat mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian karena mereka meminta agara aksi tetap di lanjutkan sampai ke pusat kota (Bundaran Besar Palangkaraya). Setelah terjadi debat dan aksi duduk di jalan, mahasiswa akhirnya massa aksi di izinkan untuk menuju Bundaran Besar Palangkaraya.
Aksi di Bundaran hanya diisi dengan pembacaan orasi dan berlangsung selama 25 menit, selanjutnya peserta aksi kembali ke kampus Universitas Palangkaraya.
SBY beserta rombongan sendiri ternya batal hadir di kota Palangka Raya pada hari rabu, melainkan di rencanakan akan datang pada besok hari (Kamis 24 April 2008).
