PENJELASAN TEMA LK 2

Dalam rangka perbaikan kondisi HMI saat ini dan menjawab  salah satu kebutuhan kader HMI dalam perannya sebagai kader umat dan kader Bangsa, telah di pilih tema LK 2 Sebagai berikut :

“Memperkokoh kesadaran kritis dan kualitas kemampuan analisis kader HMI dalam menyikapi problematika ke Umatan dan ke Bangsaan”

sebagai penjelasan tema diatas berikut latar belakang pemikirannya :

Himpunan Mahasiswa Islam sebagai organisasi kader, senantiasa melakukan pola dasar sistem perkaderannya dengan simultan (berkelanjutan). Proses reproduksi kader bagi HMI bukan hanya menjadi sebuah rutinitas tetapi juga merupakan sebuah upaya “menjadikan’. Ber-HMI merupakan proses menjadikan sesuatu yang belum ada menjadi ada, dari seorang mahasiswa biasa yang tidak tahu (tidak ada) menjadi seorang yang tahu (ada). Ber- HMI bagi seorang mahasiswa Islam juga merupakan sebuah jalan untuk mendapatkan pengalaman, selanjutnya menjadikan pengalaman menjadi pengetahuan dan menjadikan pengetahuan menjadi pemahaman serta menjadikan pemahaman menjadi kebijakan, yang kemudian diikuti dengan menjadikan kebijakan menjadi aksi nyata.

Proses menjadikan diatas merupakan sebuah proses ideal yang harus dilalui oleh kader HMI, akan tetapi dalam realitasnya masih terdapat ketimpangan terutama pada proses menjadikan yang terakhir. Kader HMI banyak di kenal hanya mampu berwacana, bicara konsep ini dan itu, tetapi masih miskin aksi dalam memberikan sikap kritis dan tindakannya terhadap problematika ke Umatan dan ke Bangsaan. Harus di akui daya kritis kader-kader HMI mulai mengalami penurunan. Permasalahan pragmatisme bahkan hampir melindas Independensi kader HMI. Asumsi sementara atas terjadinya pergeseran ini disebabkan lemahnya kualitas kemampuan kader HMI dalam melakukan analisa sosial yang terjadi.

Kini sudah saatnya peran kader HMI perlu di revitalisasi, yaitu dimulai dengan memperkokoh kesadaran kritis yang dimiliki kemudian di tunjang dengan untuk memperbaiki kualitas kemampuan analis terhadap permasalahan ke umatan dan kebangsaan maupun Ke HMI-an sendiri. Dengan demikian marwah HMI yang dirasakan mulai memudar bisa di kembalikan bahkan ditingkatkan kembali.

Atas kesadaran bahwa perubahan adalah kemutlakan yang harus terjadi. Dengan berbagai materi dan informasi yang ada, kader HMI di harapkan mampu meningkatkan kualitas menganalisa perkembangan kekinian, ke Umatan dan Kebangsaan.