PB HMI: PERTEMUAN KTM WTO IX MEMPERTEGAS KEHANCURAN EKONOMI

PENGURUS BESAR
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (PB HMI)
PERIODE 2013-2015

PERTEMUAN KTM WTO IX DI BALI; MEMPERTEGAS KEHANCURAN

Setelah menjadi tuan rumah APEC 2013, Indonesia kembali tampil proaktiv sebagai motor liberalisasi perdagangan dunia melalui forum KTM WTO IX di tempat yang sama, Bali. Lagi-lagi, Indonesia di bawah pemerintahan SBY mempertegas ke mana arah Negara ini akan melaju, Negara Kapitalis Sejati, Negara yang diserahkan sepenuhnya kepada kehendak pasar.

Kita tentu tidak mau dan tidak akan pernah membawa bangsa Indonesia ke jurang kehancuran. Bergabung di organisasi dunia apapun namanya memiliki tujuan mulia, mempertegas posisi Indonesia di mata dunia. Tentunya pada posisi pemain yang banyak mencetak gol kemenangan. Bukan menjadi bagian Negara yang kebobolan banyak gol.

Seharusnya APEC 2013 memberikan petunjuk kepada kita bahwa kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita kehendaki. Cukup banyak factor yang menjadi sebab. Rendahnya kekuatan negosiasi para diplomat, sikap rendah di hadapan Negara lain, terutama Amerika Serikat dan sekutunya, dan multicomplex yang tidak bisa menjadi cermin kehendak rakyat, serta sama sekali tidak peka kepada nasib sebagian besar rakyat Indonesia.

Walaupun Gita Wiryawan menyampaikan bahwa ada tiga pokok yang akan diperjuangkan Indonesia pada forum pertemuan kali ini, yakni peningkatan subsidi 15 pertanian, Kedua, fasilitas perdagangan. Ketiga, masalah pembangunan yang merupakan kepentingan khusus negara kurang berkembang. Semua itu patut tidak dipercaya ditengah ketidakmampuan gita wiryawan menjabat sebagai menteri perdagangan.

Menteri Perdagangan sewajibnya lebih banyak melakukan aktivitas menjual (ekspor) barang, bukan tampil sebagai pembeli (impor) barang. Demikian juga menteri pertanian, angka 1,1 juta ton atau senilai US$ 670 juta (Rp 6,7 triliun) hanya untuk impor kedelai patut menjadi catatan sahih ketidakbecusan menggiring Indonesia sebagai negara berkedaulatan pangan.

Selanjutnya, fakta peta sumber daya alam yang dimiliki Indonesia menunjukkan 75-80% sudah dikuasai oleh korporasi asing. Hal ini menunjukkan fakta bahwa kita tidak memiliki sumber daya alam yang lebih banyak dari orang asing sendiri. Dengan demikian, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta lebih menjadi target asing selanjutnya, yakni melalui pasar bebas.

Oleh sebab itu, kami dari Bidang Hubungan Internasional Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2013-2015 dengan ini menyatakan sikap:

1. Bahwa kami menolak pertemuan KTM WTO XI yang dilaksanakan di Bali;

2. Bahwa kami meminta kepada pemerintah Indonesia untuk meninjau ulang keanggotaannya di WTO. Hal ini disebabkan Indonesia selama 18 tahun menjadi anggota hanya mendapatkan mudharat daripada kemanfaatan bagi sebagian besar rakyat Indonesia;

3. Menghimbau kepada seluruh elemen pengurus di daerah seluruh Indonesia untuk melakukan aksi penolakan selama kegiatan pertemuan KTM WTO berlangsung;

Demikian sikap ini disampaikan secara terbuka dan dianggap sebagai sikap resmi organisasi untuk dilaksanakan oleh seluruh pihak di bawah nanungan Himpunan Mahasiswa Islam.

Billahitaufik wal hidayah

Wassalam.
Jakarta, 2 Desember 2013

PENGURUS BESAR
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

AHMAD TANTAWI (Bidang Hubungan Internasional)
IBNU MALIK (Wasekjen HI)

Mengetahui,
PENGURUS BESAR
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

MUH. ARIEF ROSYID HASAN
KETUA UMUM

Nomor Kontak 085333733885 Tantawi

One thought on “PB HMI: PERTEMUAN KTM WTO IX MEMPERTEGAS KEHANCURAN EKONOMI”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s